:: Journey from Europe :: |
|||
RasTafarI Greetings to ONE & all. Perfect Love & positivity, YES I !!! Sudah nyaris sebulan saya tak mengup-date laporan delegasi saya di Eropa,karena saya disibukkan oleh promosi & networking untuk showcase kami 11 September lalu di "Villa". Ide showcase Ras Muhamad & Ras Steven muncul dari Jacqueline, ia bilang bahwa jarang ada showcase di Oslo, dimana Reggae diletakkan dalam konteks 'serius'. Yang biasanya terjadi adalah artis-artis Reggae luar yang mengadakan show case bertema 'serius', seperti penyanyi JAH Mason & Lutan Fyah yang sempat tampil bulan Maret di Norwegia. Demikian yang lebih berjalan di Norwegia adalah showcase Hip-Hop & Dancehall Reggae yang lebih berkonteks negatif yang saya & Ras Steven sebut sebagai 'slackness'. Lalu harus dirancang acara lokal 'berbobot', Jacqueline melihat peluang bagus saat Ras Muhamad singgah di Norwegia. Karena ia lihat saya & Ras Steven berjuang untuk sesuatu yang lebih besar,maka ia menamakan 'showcase' kami "Royal Salute". "Flier & posternya harus ada foto kalian sedang hormat, the 2 soldiers standing side by side" ujar Jacqueline "Acaranya nanti di 'Villa' & ini pertama kali lho Reggae di 'Villa' biasanya mereka suka ngadain even musik 'electro' & 'trance'...paling banter Hip-Hop tapi sekarang mereka rada ragu dengan Hip-Hop akibat ribut & setiap acara pasti ribut di Villa. "Ya,berarti ini kesempatan bagus 'tuk bawa vibez/getaran Reggae yang sesungguhnya ke 'Villa' " ucap Ras Steven. Setelah kami mendengar kabar yang menyenangkan itu, kami segera mengerjakan promosi untuk kancah panggung Duta Reggae Indonesia bersama Kasimba di Oslo, 'Royal Salute' !! Yang pertama kami harus lakukan adalah mencetak poster & flyer, foto hormat kita ambil dari album 'sleeve' Ras Muhamad & pose Ras Steven di Royal Fashion. Persiapan flyer & poster tidak memakan waktu lama, dalam satu hari ke dua materi tersebut telah didesain & dicetak berkat kompetensi cara kerja JJ,sahabat Dhita & Ras Steven. Orang pribumi Norwegia sungguh fokus & bekerja secara cepat, tiada kata malas bagi mereka; saatnya kerja ya laksanakan hingga tuntas, tak heran negara yang berpenduduk sekitar 4 juta ini begitu maju & mempunyai upah minim tinggi untuk tenaga kerja. Saat poster & flyer sudah siap, kami meminta bantuan dari Masaii/JAH Works untuk menata materi promosi yang dibutuhkan malam itu di rumahnya; Apartemen JAH Works sangat kecil tetapi hangat, welcoming & positif. Selain menjadi veteran Selektah, JAH Works juga seorang pelukis & yang lebih menarik lagi beliau suka melukis dengan motif Batik Jawa. Salut to the man karena bukan hanya melestarikan seni Afrika tetapi sesama ikut melestarikan seni-budaya Indonesia juga, beliau menunjukkan karya-karyany kepada saya di web-sitenya : www.webspawner.com/users/toffa banyak lukisan yang saya suka dari beliau seperti lukisan anak bersama ibunya & suasana pasar di Afrika. Setelah semua poster & flyer telah siap saya & Ras Steven mulai gempur promosi ala gerilya. Memasang poster-poster dimana papan positng berada; menyebar luaskan kabar bahwa Duta Reggae Indonesia akan tampil di Oslo dengan Ras Steven. Akhir pekan tanggal 6 & 7 September cukup padat untuk Ras Muhamad, ada 2 event Reggae atau session dalam 2 hari itu. Kesempatan besar untuk promosi & refreshing karena kasusnya sama dengan minuman Red Stripe, sudah 3 tahun lamanya saya tidak merasakan susana Soundsystem. Tngl. 6 September acara diadakan oleh RastafarI Sound & Irie Sound; Papa Anthony & Ras Zeus mereka salah satu personil RastafarI sound & sudah cukup lama mereka membentuk soundsystem di Oslo. Seperti yang pernah saya ungkapkan di lagu "Soundbwoy", Selektah & emcee berpadu & menghangatkan suasana dengan seleksi-seleksi lagu yang sebagian besar sedang naik daun pertengahan tahun ini. Setengah seleksi dari RastafarI Sound Ras Muhamad pertama kali mendengarnya, tambah canggih aja Roots & Culture kita...tetapi yang menggoyangkan insan Reggae paling seru di session itu adalah lagunya Chezidek "Call Pon Dem". A truly big tune...melodi & kata-kata yang bagus. "Call pon dem,poor people call pon dem. said di poverty t'ing it fi end...
Rastaman call pon dem,lightning fall pon dem...
proper education we ah defend..." Bukan sebatas lagu-lagu seleksi dari para Selektah saja yang mengalir melalui speaker tetapi MC atau Reggae Deejay sibuk menarik penonton agar tak berhenti berdansa. Ras Steven pun tak tahan untuk berdiam saja, mic langsgung ia genggam & mulai nge-chat...Yes,More Fiya !!! Acara jalan terus sampai fajar & dugaan Ras Muhamad salah bila acara Reggae di Oslo hanya sampai jam 3 pagi karena Ras Steven bilang bahwa baru bubar jam 6 pagi. Memang betul, saat kami pulang waktu sudah menuju pukul setengah 6 pagi tetapi hari minggu besoknya tanggal tujuh lanjut lagi acara Reggae yang akan diadakan oleh JAH Ark Manifest. Saya mendapat kesimpulan bahwa di Norwegia & negeri tetangganya Swedia, Reggae itu hidup melalui 'Sound' atau 'Soundsystem' yang menyatukan komunitas seperti soundsystem lokal Fyah Vibez,Curfew Steppas,Love Militia,JAH Ark Manifest, Irie Sound,RastafarI Sound & Raspoeira Sound yang diasuh oleh Ras Mohi. Masing-masing sound memiliki dubplate tertentu, JAH Ark mempunyai beberapa koleksi dubplate dari artis-artis Jamaika seperti Turbulence... hmmm... sepertinya di Norwegia Ras Muhamad akan sering menggunakan kata "waaah!" karena mengoleksi dubplate itu sangat hebat. Dubplate adalah bagian budaya Reggae di mana sang Selector/Selektah meminta salah satu artis untuk mempromosikan selektah & soundsystem tersebut alias 'bigging up sound'. Dubplate bisa berdurasi 1-3 menit & juga terdengar seperti 'rough mix' untuk mengambil jiwa spontan & nuansa 'vintage'. Biasanya dubplate itu lagu-lagu 'plesetan' yang dirubah syairnya oleh si artis untuk mempromosikan si selektah, contohnya bila lagu Tony Q "Woman" dijadikan dubplate mungkin syairnya menjadi "Fyah Vibez Sound, you make me feel so good !" dengan melodi lagu aslinya. menarik ??? ya, soundsystem di Oslo bukan hanya memainkan lagu tetapi sibuk mengincar dubplate & haus lagu-lagu baru juga. Tetapi dalam kematangan budaya Soundsystem di Oslo mereka ada kekurangannya juga, nyaris tidak ada band Reggae di ibu kota Norwegia ! "Kita butuh lebih banyak band lokal yang bisa buat musik Reggae" tutur Ras Steven & saya usul umpamanya band lokal yang sering membuat musik instrumental di Oslo, dorong mereka agar musiknya di ekspor ke luar negeri untuk dijadikan lahan kolaborasi dengan artis-artis. Visi band Reggae Ras Muhamad & Ras Steven hampir sama, Ras Steven & Dhita mendirikan "Studio Live" & saya mendirikan "The Easy Skankin' Band". Tujuannya untuk menerapkan budaya 'backing-band' ke Reggae lokal. Bob Marley bukanlah Bob Marley tanpa the Wailers, tanpa mereka beliau hanya menjadi penyanyi dengan gitar kopong. Sizzla & Anthony B tak bisa mencapai status atraksi panggung terhebat tanpa dukungan 'FireHouse' & 'Star Trail' Band & putra sulung Bob Marley, Damian 'Jr.Gong' Marley tak bisa mengelingi dunia tanpa 'the Empire' & 'The Uprising' band. 'Backing-band' di Reggae adalah semacam kolektif di mana band itu menjadi tulang punggung untuk sang artis, dari merekalah fondasi musik akan berdiri. Intinya 'backing-band' itu sanggup mendukung siapa saja di alam jagad Reggae. Mungkinkah band Reggae Indonesia kita bisa mengiringi Luciano atau mungkin si manusia api, Capleton? Sebelum pertanyaan ini dijawab oleh Insan Reggae Indonesia, kita harus sadar bahwa Reggae memiliki budaya & bahasa yang juga merupakan bagian dari budaya & apakah mungkin Soundsystem bisa berdiri & bergerak di tanah air agar kita sebagai insan Reggae Indonesia tidak ketinggalan informasi & membagi vibez-vibez yang baru? Keinginan & dorongan untuk menambah referensi & meng-update seleksi lagu-lagu Reggae di Indonesia masih terasa kurang buat saya, Dancehall masih rancu & dianggap sebagai R & B sementara Roots hanya terbatas pada sosok Bob Marley saja tanpa mewujudkan nilai-nilai 'Culture' seperti sorakan 'ONE LOVE' di sini. Saya berharapa dalam waktu ke depan ada soundsystem yang maju ke garis depan di tanah air dan saya akan hormat kepada sound itu karena hal itu merupakan aspek & budaya dari musik Reggae. Dalam pandangan saya saat ini, fondasi harus dikokohkan mulai dari musisi & penggemar, para veteran seyogyanya membimbing generasi baru & menghargai artis pendatang baru. Mohon, dengarkan suara & keinginan kami karena kamipun mendengarkan kalian. Royal Salut bagi semua yang ingin menegakkan pergerakkan ini. Rapatkan barisan, RastafarI akan membimbing. Bless Ras Muhamad dari Oslo City |
|||