cgv-20

Conrad Good Vibration (CGV), satu lagi band beraliran reggae asal Jakarta yang semakin mewarnai industri musik Indonesia, mengungkapkan bahwa pembajakan tidak sepenuhnya bersifat negatif.

Saat kesempatan wawancara dengan Conrad Scholastika, vokalis dari CGV di kantor redaksi Liputan6.com belum lama ini, ia mengatakan bahwa pembajakan itu baik asalkan tidak untuk menguntungkan diri sendiri.

“Pembajakan itu bisa dilihat dari dua sisi. Sisi pertama dilihat dari sisi musisi. Sang musisi memang akan dirugikan karena dari sekian banyak waktu yang diluangkan untuk recording, tidak sebanding dengan waktu yang dibutuhkan untuk memperbanyak keping CD. Sehingga musisi seakan tak dihargai,” ucap Conrad.

Sementara itu Condrad menambahkan, sisi selanjutnya adalah pembajakan itu baik asalkan tidak untuk menguntungkan diri sendiri, dan itu kembali balik kepada tujuan awal si pembajak.

“Sebenarnya dengan dibajaknya karya kami, itu merupakan membantu promosi kami,” tambah Conrad.

Oleh sebab itu, pada 2013 silam CGV hanya diproduksi sebanyak 250 keping CD mini album bertajuk Be Together. Hal ini mereka lakukan agar tidak terlalu dirugikan oleh ulah tidak bertanggungjawab para pembajak.

Lebih lanjut, mini album yang dikeluarkan oleh band yang awalnya merupakan proyek solo sang vokalis, Conrad, berisikan lima lagu, yaitu Be Together, I’ve Got The Love, Reggae Party, P.A.P.U.A, dan Santai Saja Esok Masih Ada.

sumber: Liputan 6

http://indoreggae.com/id/wp-content/uploads/2014/11/cgv-20.jpghttp://indoreggae.com/id/wp-content/uploads/2014/11/cgv-20-150x150.jpgINDOREGGAEmusikNewsCGV
Conrad Good Vibration (CGV), satu lagi band beraliran reggae asal Jakarta yang semakin mewarnai industri musik Indonesia, mengungkapkan bahwa pembajakan tidak sepenuhnya bersifat negatif. Saat kesempatan wawancara dengan Conrad Scholastika, vokalis dari CGV di kantor redaksi Liputan6.com belum lama ini, ia mengatakan bahwa pembajakan itu baik asalkan tidak untuk menguntungkan...