dont-jugde
Suka sebel ga sih melihat orang yang kerjanya menghakimi (men-judge) orang lain terus? Sukanya menghakimi keadaan orang lain yang mungkin saja memang tidak baik (beruntung), menghakimi masa lalu orang lain, menghakim segala tindak-tanduk orang lain. Untuk banyak kasus dan masalah yang menimpa orang lain, si penghakim itu biasanya merasa paling tahu, paling benar, dan paling bersih. Dengan komentar dan kata-katanya yang pedas, si penghakim itu merasa amat perlu ikut campur atas setiap hal yang terjadi dalam kehidupan orang lain.

Meski kita sebel dengan orang-orang yang punya kebiasaan seperti itu, tanpa disadari mungkin saja kita justru pernah juga melakukan hal tersebut, yaitu ikut menghakimi orang lain. Hmmm.., jangan diulangi lagi deh kebiasaan buruk itu. Jika kita sudah terbiasa menghakimi org lain, akan sulit bagi kita untuk menghilangkannya. Mulut kita akan dengan mudahnya mengeluarkan kalimat-kalimat penghakiman untuk tiap hal yang kita lihat. Tanpa disadari, kita merasa diri kitalah yang paling benar, paling hebat, dan paling bersih.

Dalam lingkungan pergaulan, hal seperti itu dapat terasa sangat mengganggu. Orang-orang akan banyak yang tersakiti dengan kalimat-kalimat penghakimanmu itu. Orang-orang di sekitarmu juga akan merasa tidak nyaman dan akhirnya memilih menjauhimu. Dalam banyak kasus, ditemukan pula orang-orang yang merasa sangat terluka dengan penilaian-penilain orang lain terhadap dirinya dan akhirnya melakukan tindakan yang berbahaya dan cukup fatal.

Apa kita tidak bisa sedikit berempati dengan keadaan dan apa yang menimpa orang lain? Tidakkah kita sadar bahwa menghakimi orang lain merupakan kebiasaan buruk yang tidak penting untuk dilakukan? Bahkan bisa berdampak buruk bagi orang yang dihakimi. Belum lagi, kesalahan dan dosa kita sudah banyak. Jangan tambah lagi dengan kesalahan dan dosa baru karena sibuk men-judge orang lain.

Lalu, apakah kita tidak boleh memiliki penilaian apapun terhadap orang lain? Boleh saja. Tapi, penilaian kita itu hanya sebatas opini yang sifatnya tidak mutlak. Artinya penilaian kita bisa saja benar atau mungkin bisa juga salah, dan kita sangat menyadari hal itu. Itupun harus jelas, untuk tujuan apa kita beropini tentang orang lain. Apakah opini kita itu memang dibutuhkan orang lain atau tidak. Ataukah hanya sekedar latah saja? Berbeda dengan men-judge atau menghakimi, sifatnya mutlak (seolah sudah pasti benar seperti itu), cenderung bermuatan negatif, bernada menghujat, dan dilakukan dengan cara yang tidak simpatik.

Nah, jika kamu termasuk orang yang punya kebiasaan menghakimi orang lain, namun saat ini kamu ingin berubah dan menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, coba lakukan beberapa tips berikut ini:

1. Sadarilah Bahwa Tiap Orang Berbeda
Pahami dan sadarilah bahwa setiap orang itu unik dan berbeda. Kondisi, situasi, pengalaman hidup, lingkungan tempat dibesarkan, karakter dan kepribadian tiap orang tidaklah sama. Perbedaan kondisi dan latar belakang hidup itulah yang membuat orang akhirnya juga memiliki sikap dan tingkah laku yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Cara tiap orang menyikapi masalah pasti berbeda. Begitu pula dengan kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat dan mencari solusi atas suatu masalah, tidak bisa disamakan untuk semua orang. Berpikiranlah terbuka dan pahami hal itu. Bila kita sudah bisa memahami dan menyadari perbedaan-perbedaan yang ada dalam kehidupan ini, tentunya kita tidak akan gampang dan sembarangan menghakimi orang lain.

2. Bertoleransi dengan Perbedaan
Coba pahami dan bertoleransilah pada perbedaan yang ada dalam kehidupan ini. Bertoleransilah pula pada cara orang menyikapi diri dan kehidupannya. Situasi dan latar belakangnya pasti berbeda. Jadi, tidak bisa disamakan dan dipukul rata.

3. Sadari Bahwa Kita Tidak Benar-benar Tahu
Kita tidak berada di posisi orang yang kita hakimi tersebut. Kita hanya melihat dari luar apa yang memang bisa kita lihat dari luar. Ingat kalimat “Don’t judge a book by its cover”, kan? Jadi, kita tidak tahu persis seperti apa masalahnya dan apa yang sebenarnya terjadi. Jika kita saja tidak benar-benar tahu dan paham apa yang sebenarnya terjadi, pantaskah kita sembarangan menghakimi orang lain?

4. Jangan Lihat Hanya Dari Satu Sudut Pandang
Terkadang kita melihat suatu hal hanya dari satu sudut pandang saja. Dan, sayangnya, kita merasa paling tahu meski hanya melihat dari satu view saja. Cobalah lihat juga dari sudut pandang atau view yang lain. Padahal, segala hal pasti memiliki banyak view dan sisi. Bila kita memandang dari sisi yang lain, penilaian kita terhadap suatu hal bisa saja berbeda dari penilaian awal kita. Pada akhirnya, kita akan bisa memahami suatu hal lebih menyeluruh.

5. Berpikiran Positif
Biasakanlah untuk berpikiran positif dalam hidup ini. Jangan selalu mau dimanjakan dengan pikiran-pikiran negatif. Bagaimana diri dan kehidupan kita bisa positif bila cara pikir kita saja tidak positif? Apapun hal buruk yang menimpa orang lain, jadikan itu sebagai pelajaran bagi kita dan ambil hikmahnya. Kesalahan dan kekeliruan orang lain, jadikan itu sebagai pembelajaran positif bagi kita. Dengan begitu, kita akan bisa lebih dewasa dan bijaksana dalam memandang hidup.

6. Introspeksi Diri
Ayo, mari introspeksi diri! Sadari bahwa kita pun belum tentu lebih baik dari orang yang kita hakimi itu. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. No body’s perfect.
Bisa jadi justru dia yang kita hakimi jauh lebih baik dari kita. Kita kan tidak benar-benar tahu kondisi orang itu, karena kita hanya bisa melihat apa yang terlihat dari luar. Kita tidak tahu isi hatinya, kita tidak tahu niat dan apa yang melatarbelakanginya melakukan sesuatu. Jadi, lebih berhati-hati saja yuk, jangan malah menambah dosa.

7. Kita Hanya Manusia Biasa, Bukan Tuhan
Kita tidak berhak sembarangan menghakimi dan memberi penilaian mutlak terhadap orang lain karena kita hanyalah manusia biasa, yang sering juga salah dan keliru. Kita bukanlah Tuhan. Tuhan pun tidak sembarangan dalam memberikan penilaian dan keputusan. Karena Tuhan Maha Tahu, Tuhan Maha Adil, maka Dia pasti akan memberikan keputusan yang paling adil dan tepat untuk tiap orang. Andaikan seseorang itu memang salah dan keliru, biarlah itu menjadi wewenang Tuhan untuk menghakiminya nanti. Namun, Tuhan pun maha pemaaf. Kasih sayangnya sangatlah luas. Mengapa manusia seperti ingin menjadi Tuhan dengan merasa paling berhak memberikan penilaian mutlak terhadap orang lain. Seolah-olah yang dilakukannya tak termaafkan. Jadi, serahkan saja pada Yang Maha Kuasa. Tugas kita, bukanlah menghakimi atau bahkan menghujat. Kita hanya dituntut untuk saling mengingatkan dan menasehati. Itupun dilakukan dengan cara yang baik.

8. Bayangkan Seperti Apa Rasanya
Bayangkan apa rasanya berada di posisi orang itu dan bayangkan seperti apa rasanya dihakimi orang lain saat kita berada di posisi sulit. Bayangkan juga bila kita pernah melakukan kesalahan, tapi masih terus-menerus dihakimi dan dihujat seolah-olah tak ada kesempatan lagi bagi kita untuk berubah jadi lebih baik. Cobalah belajar untuk pintar merasa, bukan merasa pintar. 🙂

9. Kondisi Bisa Berbalik
Ingatlah bahwa apa yang dialami orang lain bisa saja juga dialami oleh kita, keluarga kita, dan orang-orang terdekat kita. Saat kondisinya berbalik dan kita berada di posisi orang yang kita hakimi itu, belum tentu kita bisa bersikap lebih baik dari orang yang kita hakimi itu. Saat kita berada di posisi pihak yang dihakimi, pastinya kita juga tidak akan merasa senang, kan?

10. Sadari Bahwa Orang Itu Butuh Dibantu
Sadarilah bahwa orang yang berbuat salah adalah orang yang butuh dibantu, bukan butuh dihakimi. Bantuan yang kita berikan bisa berupa apa saja. Bantuan berupa doa, saran dan dukungan jauh lebih dibutuhkan olehnya. Saat memberi bantuan berupa saran, jangan paksa dia menuruti saran kita. Kewajiban kita ke sesama manusia hanya sebatas mengingatkan dan memberi saran. Keputusan akhir, biarlah menjadi miliknya dan tanggung jawab orang itu sendiri. Ingat ya teman, dalam memberi saran pun haruslah dilakukan dengan cara yang baik.

Jika kamu benar-benar berusaha mencoba melakukan beberapa tips di atas dengan sungguh-sungguh, tentu kebiasaan burukmu yang gampang menghakimi orang lain perlahan-lahan akan hilang. Tips ini bisa juga kamu berikan ke temanmu lho. Semoga berguna ya..

http://indoreggae.com/id/wp-content/uploads/2015/09/dont-jugde.jpghttp://indoreggae.com/id/wp-content/uploads/2015/09/dont-jugde-150x150.jpgINDOREGGAENewsdont judge,hilangkan kebiasan menghakimi
Suka sebel ga sih melihat orang yang kerjanya menghakimi (men-judge) orang lain terus? Sukanya menghakimi keadaan orang lain yang mungkin saja memang tidak baik (beruntung), menghakimi masa lalu orang lain, menghakim segala tindak-tanduk orang lain. Untuk banyak kasus dan masalah yang menimpa orang lain, si penghakim itu biasanya merasa...