Sejarah Dub Reggae

Lee Scratch Perry The King of Dub Reggae

Kata “Dub” hari ini digunakan untuk mendeskripsikan genre music yang berisikan campuran dan pembaharauan dari rekaman-rekaman yang sudah ada. Penyampuran ini memanipulasi secara radikal dan membentuk ulang rekaman tesebut (menggunakan efek-efek suara). Produksi dan prosesnya tidak hanya dilakukan untuk membuat replika dari pertunjukkan music dari artis2 rekaman tersebut, tetapi efek audio dan trik studio dapat dilihat sebagai bagian integral dari music itu sendiri.

Akar dari ‘Dub” dapat dikilas balik dari Negara Jamaika di akhir 1960-an, dimana Osbourne Ruddock dikenal secara luas sebagai pelopornya. Ruddock merubah meja mixing menjadi sebuah alat music, dengan DJ atau mixer yang memainkan musiknya. Contoh music ‘Dub’ dimasa-masa awalnya dapat didengar pada intro-intro musik dansa atau genre music pop.

Musik Jamaika selalu meminjam banyak aspek daru music Amerika yang popular dan mengadaptasinya untuk member variasi yang unik untuk music Jamaika. Dalam tahun 40-an, music ‘Big Band’ sangatlah popular di jamaika, yang menjadikan banyaknya band swing mengadakan tur keliling negara tersebut untuk tampil di gedung2 pertemuan local, tapi pada tahun 50-an, band-band ini mulai terpecah-pecah menjadi lebih dinamik, optimis, bop, ritme dan band blues.

Orang-orang Jamaika yang berkeliling Amerika untuk mencari pekerjaan terekspos pada jenis music ini, yang cocok dengan optimisme selesainya perang di Amerika. Tidak hanya music itu ditampilkan secara ‘live’ tapi juga diputar dengan sound sistem, dan tren ini juga segera menjadi tren baru di Jamaika. Operator-operator sound sistem mulai bermunculan di area lorong2 ibukota Jamaika, Kingston, dan mengadakan acara dansa secara besar2an di area terbuka yang mereka sebut ‘lahan bercocok tanam kosong’.
Operator-operator ini juga mengadakan perjalanan ke distrik-distrik di Jamaika untuk bersaing langsung dengan band-band besar. Sound sistem langsung mengambil alih tempat-tempat dansa, dan karena banyaknya orang yang tidak memiliki radio, itulah satu-satunya cara untuk mendengarkan music baru ‘R ‘n B’. Sound Sistem juga lebih mudah dioperasikan daripada selusin musisi dan dapat bekerja tanpa henti. Ditengah-tengah 1950-an, Duke Reid dan Clement ‘Coxcone’ Dodd telah menjadi operator sound sistem yang terkenal di Jamaica.

Pada tahun 1954, Ken Khouri memulai ‘Federal Records’, perusahaan rekaman pertama di Jamaika yang dan mendapatkan ijin untuk memperbanyak album2 rekaman dari Amerika, juga artis2 lokal. Mengikuti kesuksesannya, Duke Reid dan Clement Dudd juga membuat sesi2 rekaman mereka, nerekam artis-artis Jamaika dengan sound sistemnya sendiri dengan harapan dapat memasuki kancah kompetisi bisnis.

Duke Reid merekam Derrick Morgan dan Erick Morris untuk permainan sound sistem, yang bermain di ‘S-Corner” di Jalan ‘Spanish Town”, bahkan menamai rekaman pertamanya “S-Corner Rock” ketika dimainkan dengan sound sistem sebagai rekaman eksklusif. Clement Dodd juga membuat sesi rekaman pertamanya tahun ini, merekam lebih dari selusik trek lagu dengan artis-artis seperti Alton Ellis dan Eddie Perkins, Theophilius Beckford, Beresford Ricketts dan Lascelles Perkins.

Kawula muda Jamaika telah berpindah ke kota-kota besar untuk mencari kerja pada awal tahun 60-an. Mereka tidak menemukan pekerjaan, dan kegemaran akan area-area pinggiran telah berkurang. Anak-anak muda ini atau yang disebut ‘Rude Boys’, mulai membentuk kelompok2 politik dari area2 pinggiran yang berbeda di seluruh kota Kingston.

‘Rude Boys’ terhubung dengan apa yang disebut ‘Dunia Bawah Tanah’, lapisan masyarakat yang hidup diluar kuasa hukum, dan yang selalu membuat acara2 untuk music Jamaika. Hubungan ‘Rude Boys’ dengan lantai2 dansa, juga cara mereka menari (lebih lambat dan mengancam) merubah gaya musik hingga akhirnya dimainkan lebih cepat (Musik Ska),dan lebih lambat (Rock Steady). Saat banyak produser mengklaim bahwa mereka lah yang telah menciptakan ‘Rock Steady, yang sebenarnya adalah pada saat itu, mengkapitalisasi, merekam, dan merilis beberapa variasi dengan gayanya.

Fase ‘Rock Steady’ menjadi tren selama sedikitnya satu tahun, dan meskipun Duke Reid dan Coxone Dudd telah mendominasi music Jamaika selama lebih dari sepuluh tahun, tiga produser lain, Lee ‘Scratch’ Perry, Bunny Lee dan Osbourne Ruddock (ketiganya telah bekerja untuk Ried dan Dodds) punya pengaruh kuat dalam alur music Jamaika pada tahun 70-an dan sesudahnya.




Recommended For You

2 Comments

Comments are closed.