{"id":558,"date":"2014-10-22T17:38:38","date_gmt":"2014-10-22T10:38:38","guid":{"rendered":"http:\/\/indoreggae.com\/id\/?p=558"},"modified":"2024-12-07T03:18:15","modified_gmt":"2024-12-06T20:18:15","slug":"marcus-garvey","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/","title":{"rendered":"Marcus Garvey"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_559\" aria-describedby=\"caption-attachment-559\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-559\" src=\"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg\" alt=\"Marcus Garvey\" width=\"500\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg 500w, https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey-300x222.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-559\" class=\"wp-caption-text\">Marcus Garvey<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sekitar tahun 1920-an, orang-orang Kingston Jamaica hidup dalam keadaan miskin dan melarat, mereka ditindas oleh penjajah kulit putih ini menganggap \u2018White Imperialisme\u2019 .<\/p>\n<p>Kemunculan falsafah yang dikenali sebagai \u2018Back To Africa\u2019 yang dipelopori oleh Marcus Garvey, yang mengajak kaum kulit hitam mengukuhkan kembali kepercayaan mereka terhadap asal-usul nenek moyang mereka. Keyakinan mereka bertambah dan seorang \u2018Black African\u2019 bernama Ras Tafari Makonnen telah ditabalkan sebagai Maharaja Ethiopia dengan gelaran Emperor Haile Selassie 1 dan para pengikutnya menggelarkan beliau Rastafarians dan menganggap mereka salah satu daripada 12 puak Israel dan mempercayai Haile Selassie 1 adalah \u2018Conquerring Lion of the Tribe of Judah\u2019.<\/p>\n<p>Kepercayaan semasa awal kemunculannya amat radikal berbanding sekarang. Rastafarians membenci golongan kulit putih dan melabel budaya mereka sebagai \u2018Babylon\u2019-tidak asli dan tidak ikhlas, tamak dan meterialistik. Kematian Haile Selassie 1 pada tahun 1974 memang tidak disangka oleh Rastafarians, malah ada ynag menuduh kematiannya satu konspirasi media kaum kulit putih. Bagai manapun budaya dan agama ini terus berkembang walaupun maharaja telah tiada. Nama besar yang telah kembangkan Rastafarianisme tahun 1970an adalah Bob Marley.<\/p>\n<p>Pada mulanya muzik golongan Rastafariansme adalah ska dan berubah ke rocksteady dan reggae. Raggae mengekspresikan mereka, serta memprotes ketidakadilan dan penindasan yang dideritai oleh orang-orang Jamaica.Salah satu aspek Rastafarianisne yang dipandang hina adalah penggunaan ganja sebagai salah satu \u2018alat utama dalam kehidupan dan upacara keagamaan. Mengenai rambut Dreadlocks ,Rastafarians tidak menggalakkan pengikutnya menyukur, menyikat rambut, atau mengguntingnya seperti dikatakan dalam kitab mereka. Bagi mereka, rambut yang panjang berketul-ketul serta liar tak terurus adalah diibaratkan \u2018Lion of Judah\u2019, satu simbol berbentuk kepala singa yang melambangkan kekuatan Haile Selassie 1.<\/p>\n<p>Beliau dikatakan memiliki cincin kepala singa dan beliau telah menyerahkan kepada Bob Marley sebelum kematiannya. Perkataan \u2018Dreadlocks\u2019 dipopularkan oleh Bob Marley melalui lagu \u2018Natty Locks\u2019. Dari segi warna merah melambangkan Gereja Triumphant atau gereja Rastafarians dan darah mereka, warna kuning melambangkan kekayaan Ethiopia dan warna hijau melambangkan keindahan dan kesuburan tanaman di Ethiopia.<\/p>\n<p>Marcus Garvey yang mempelopori perjuangan kaum negro secara terorganisir dengan membentuk The Universal Negro Improvement Association yaitu organisasi yang membangun kesadaran baru diantara orang-orang asli Jamaika pada tahun 1914 di Jamaika. Berbeda sekali dengan Bob Marley yang telah menyuarakan kaum tertindas dalam lagu-lagunya tanpa ada usaha untuk membentuk organisasi perlawanan.<\/p>\n<p>Sumbangan terbesar dari Bob Marley adalah mempopulerkan kepercayaan Rastafari keseluruh dunia lewat lagu dan musik yang dimainkan. Seandainya Marcus Garvey tidak membentuk organisasi perlawanan, mungkin budaya rambut rasta tidak akan mendunia seperti sekarang. Budaya yang notabene milik kaum hitam yang sering diidentikkan dengan budaya kaum budak sekarang justru dihargai oleh kaum kulit putih bahkan ditiru habis-habisan, dijual keseluruh dunia sebagai komoditi oleh kaum kapitalis karena mendatangkan keuntungan. Tengok saja dari cara berpakaian, jenis musik yang sering dilantunkan kaum hitam, gaya rambut kaum hitam akhirnya sekarang diadopsi oleh kaum kulit putih yang dahulu merasa yang membuat budaya dunia.<\/p>\n<p>Sejarah gerakan penyadaran identitas kaum kulit hitam, yang kemudian bertemali erat dengan keberadaan musik reggae, mulai disemai pada awal abad ke-20. Adalah Marcus Mosiah Garvey, seorang pendeta dan aktivis kulit hitam Jamaika, yang melontarkan gagasan \u201cAfrika untuk Bangsa Afrika\u2026\u201d dan menyerukan gerakan repatriasi (pemulangan kembali) masyarakat kulit hitam di luar Afrika. Pada tahun 1914, Garvey mendirikan Universal Negro Improvement Association (UNIA), gerakan sosio-religius yang dinilai sebagai gerakan kesadaran identitas baru bagi kaum kulit hitam.<\/p>\n<p>Pada tahun 1916-1922, Garvey meninggalkan Jamaika untuk membangun markas UNIA di Harlem, New York. Konon sampai tahun 1922, UNIA memiliki lebih dari 7 juta orang pengikut. Antara tahun 1928-1930 Garvey kembali ke Jamaika dan terlibat dalam perjuangan politik kaum hitam dan pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (sebutan untuk pemerintah kolonial kulit putih\u2014merujuk pada kisah kitab suci tentang kaum Babylon yang menindas bangsa Israel). Ketika Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia di tahun 1930, yang bergelar HIM Haile Selassie I, para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai sosok pembebas itu. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai Zion\u2014tanah damai bak surga\u2014bagi kaum kulit hitam di dalam maupun luar Afrika. Ajaran Garvey pun mewujud menjadi religi baru bernama Rastafari dengan Haile Selassie sebagai sosok yang di-tuhan-kan.<\/p>\n<p>Pada bulan April 1966, karena ancaman pertentangan sosial yang melibatkan kaum Rasta, pemerintah Jamaika mengundang HIM Haile Selassie I untuk berkunjung menjumpai penghayat Rastafari. Dia menyampaikan pesan menyediakan tanah di Ethiopia Selatan untuk repatriasi Rasta. Namun Haile Selassie juga menekankan perlunya Rasta untuk membebaskan Jamaika dari penindasan dan ketidak adilan dan menjadikan Rastafari sebagai jalan hidup, sebelum mereka eksodus ke Ethiopia.<\/p>\n<p>Tahun-tahun setelahnya kredo gerakan tersebut makin tersebar luas, yakni \u201cBersatunya kemanusiaan adalah pesannya, musik adalah modus operandinya, perdamaian di bumi seperti halnya di surga (Zion) adalah tujuannya, memperjuangkan hak adalah caranya dan melenyapkan segala bentuk penindasan fisik dan mental adalah esensi perjuangannya.\u201d<\/p>\n<p>Ketika Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967 dan setahun kemudian disusul kelahiran reggae, maka modus operandi penyebaran ajaran Rastafari pun ditemukan: reggae!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekitar tahun 1920-an, orang-orang Kingston Jamaica hidup dalam keadaan miskin dan melarat, mereka ditindas oleh penjajah kulit putih ini menganggap \u2018White Imperialisme\u2019 . Kemunculan falsafah yang dikenali sebagai \u2018Back To Africa\u2019 yang dipelopori oleh Marcus Garvey, yang mengajak kaum kulit hitam mengukuhkan kembali kepercayaan mereka terhadap asal-usul nenek moyang mereka. Keyakinan mereka bertambah dan seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[121,2],"tags":[41,247],"class_list":["post-558","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","category-news","tag-marcus-garvey","tag-reggae-rastafari"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Marcus Garvey - INDOREGGAE<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Marcus Garvey - INDOREGGAE\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sekitar tahun 1920-an, orang-orang Kingston Jamaica hidup dalam keadaan miskin dan melarat, mereka ditindas oleh penjajah kulit putih ini menganggap \u2018White Imperialisme\u2019 . Kemunculan falsafah yang dikenali sebagai \u2018Back To Africa\u2019 yang dipelopori oleh Marcus Garvey, yang mengajak kaum kulit hitam mengukuhkan kembali kepercayaan mereka terhadap asal-usul nenek moyang mereka. Keyakinan mereka bertambah dan seorang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"INDOREGGAE\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/IndonesiaReggaeSociety\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"indonesiareggaesociety\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-10-22T10:38:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-06T20:18:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"370\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"INDOREGGAE\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@indoreggae\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@indoreggae\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"INDOREGGAE\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"INDOREGGAE\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30aa6b48a61a66e1e4185bb6754a4767\"},\"headline\":\"Marcus Garvey\",\"datePublished\":\"2014-10-22T10:38:38+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-06T20:18:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/\"},\"wordCount\":800,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/10\\\/marcus_garvey.jpg\",\"keywords\":[\"Marcus Garvey\",\"Reggae Rastafari\"],\"articleSection\":[\"musik\",\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/\",\"name\":\"Marcus Garvey - INDOREGGAE\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/10\\\/marcus_garvey.jpg\",\"datePublished\":\"2014-10-22T10:38:38+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-06T20:18:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/10\\\/marcus_garvey.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/10\\\/marcus_garvey.jpg\",\"width\":500,\"height\":370,\"caption\":\"Marcus Garvey\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/marcus-garvey\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Marcus Garvey\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Indoreggae\",\"description\":\"Indonesian Reggae Society\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"Indoreggae - Indonesian Reggae Society\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/logo-indoreggae-fave.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/06\\\/logo-indoreggae-fave.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Indoreggae - Indonesian Reggae Society\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/IndonesiaReggaeSociety\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/indoreggae\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/indoreggae\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/user\\\/indoreggaedotcom\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/indoreggae\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/30aa6b48a61a66e1e4185bb6754a4767\",\"name\":\"INDOREGGAE\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9330bede063532f46cfc0c58e02ff9391c727b9eeb8d385b9d935687084ebd18?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9330bede063532f46cfc0c58e02ff9391c727b9eeb8d385b9d935687084ebd18?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9330bede063532f46cfc0c58e02ff9391c727b9eeb8d385b9d935687084ebd18?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"INDOREGGAE\"},\"description\":\"Visi dan misi kami adalah mengembangkan musik Reggae di Indonesia sebagai musik perdamaian dan persaudaraan di negeri yang indah ini. Terlebih realitanya, musik reggae adalah musik cinta damai yang tidak memandang status sosial, usia, kepercayaan bahkan komunitas apapun. Our vision and mission is to develop reggae music in Indonesia as the music of peace and brotherhood in this beautiful country. Moreover, the reality is that reggae music is the music of peace that does not differ social status, age, beliefs, and any communities.\",\"sameAs\":[\"indonesiareggaesociety\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/indoreggae\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/indoreggae.com\\\/id\\\/author\\\/team-indoreggae\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Marcus Garvey - INDOREGGAE","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Marcus Garvey - INDOREGGAE","og_description":"Sekitar tahun 1920-an, orang-orang Kingston Jamaica hidup dalam keadaan miskin dan melarat, mereka ditindas oleh penjajah kulit putih ini menganggap \u2018White Imperialisme\u2019 . Kemunculan falsafah yang dikenali sebagai \u2018Back To Africa\u2019 yang dipelopori oleh Marcus Garvey, yang mengajak kaum kulit hitam mengukuhkan kembali kepercayaan mereka terhadap asal-usul nenek moyang mereka. Keyakinan mereka bertambah dan seorang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/","og_site_name":"INDOREGGAE","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/IndonesiaReggaeSociety","article_author":"indonesiareggaesociety","article_published_time":"2014-10-22T10:38:38+00:00","article_modified_time":"2024-12-06T20:18:15+00:00","og_image":[{"width":500,"height":370,"url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"INDOREGGAE","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@indoreggae","twitter_site":"@indoreggae","twitter_misc":{"Written by":"INDOREGGAE","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/"},"author":{"name":"INDOREGGAE","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#\/schema\/person\/30aa6b48a61a66e1e4185bb6754a4767"},"headline":"Marcus Garvey","datePublished":"2014-10-22T10:38:38+00:00","dateModified":"2024-12-06T20:18:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/"},"wordCount":800,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg","keywords":["Marcus Garvey","Reggae Rastafari"],"articleSection":["musik","News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/","url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/","name":"Marcus Garvey - INDOREGGAE","isPartOf":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg","datePublished":"2014-10-22T10:38:38+00:00","dateModified":"2024-12-06T20:18:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#primaryimage","url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg","contentUrl":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2014\/10\/marcus_garvey.jpg","width":500,"height":370,"caption":"Marcus Garvey"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/marcus-garvey\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Marcus Garvey"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#website","url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/","name":"Indoreggae","description":"Indonesian Reggae Society","publisher":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#organization","name":"Indoreggae - Indonesian Reggae Society","url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/logo-indoreggae-fave.png","contentUrl":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/logo-indoreggae-fave.png","width":512,"height":512,"caption":"Indoreggae - Indonesian Reggae Society"},"image":{"@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/IndonesiaReggaeSociety","https:\/\/x.com\/indoreggae","https:\/\/www.instagram.com\/indoreggae\/","https:\/\/www.youtube.com\/user\/indoreggaedotcom","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/indoreggae"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/#\/schema\/person\/30aa6b48a61a66e1e4185bb6754a4767","name":"INDOREGGAE","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9330bede063532f46cfc0c58e02ff9391c727b9eeb8d385b9d935687084ebd18?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9330bede063532f46cfc0c58e02ff9391c727b9eeb8d385b9d935687084ebd18?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9330bede063532f46cfc0c58e02ff9391c727b9eeb8d385b9d935687084ebd18?s=96&d=mm&r=g","caption":"INDOREGGAE"},"description":"Visi dan misi kami adalah mengembangkan musik Reggae di Indonesia sebagai musik perdamaian dan persaudaraan di negeri yang indah ini. Terlebih realitanya, musik reggae adalah musik cinta damai yang tidak memandang status sosial, usia, kepercayaan bahkan komunitas apapun. Our vision and mission is to develop reggae music in Indonesia as the music of peace and brotherhood in this beautiful country. Moreover, the reality is that reggae music is the music of peace that does not differ social status, age, beliefs, and any communities.","sameAs":["indonesiareggaesociety","https:\/\/x.com\/indoreggae"],"url":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/author\/team-indoreggae\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=558"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3199,"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/558\/revisions\/3199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indoreggae.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}